Kemagnetan dan Pemanfaatannya (Bagian 4)

Apa kabar siswa-siswa yang hebat? Kabar baik ya? Jangan lupa selalu patuhi protokol kesehatan ya!

Sebelumnya kita telah mempelajari tentang medan magnet dan kemagnetan bumi. Kali ini kita akan melanjutkan belajar tentang induksi magnet dan gaya Lorents. Ayo kita pelajari bersama!

Induksi Magnet
Tahukah kalian, konsep induksi magnet berawal dari tidak terkendalinya putaran jarum kompas yang ada di kapal laut saat petir menyambar. Tahukah kalian, apa yang disebut induksi magnet? Lantas, mengapa induksi magnet berhubungan dengan peristiwa tak terkendalinya putaran jarum kompas yang ada di kapal laut saat petir menyambar? Mari temukan jawabannya!

Peristiwa tersebut sebenarnya menunjukkan hubungan antara medan magnet dan arus listrik? Hubungan antara medan magnet dan kawat arus listrik sebenarnya sudah diselidiki oleh Hans Christian Oersted (1820). Penyelidikan Oersted menunjukkan bahwa arus listrik dapat menimbulkan medan magnet. Caranya dengan mengamati pergerakan jarum kompas saat diletakkan di dekat kabel yang dialiri arus listrik. Percobaan ini kemudian dikenal dengan Percobaan Oersted.
Arah medan magnet dan arah arus dapat di tunjukkan dengan menggunakan kaidah tangan kanan. Perhatikan gambar di bawah ini. Arus listrik ditunjukkan dengan huruf I dan medan magnet ditunjukkan dengan huruf B.

Bagaimana medan magnet pada kabel yang dibentuk melingkar dan kumparan? Perhatikan gambar di bawah ini yang menunjukkan medan magnet pada kabel yang dibentuk melingkar dan kumparan!

 

Konsep Gaya Lorentz
Kawat berarus yang berada dalam medan magnet akan mengalami gaya yang disebut dengan gaya Lorentz. Semakin besar arus listrik, gaya Lorentz yang dihasilkan semakin besar. Semakin besar medan magnet, gaya Lorentz yang dihasilkan semakin besar. Begitu pula dengan panjang kawat berarus, semakin panjang kawat berarus yang ada dalam medan magnet, gaya Lorentz yang dihasilkan juga semakin besar.
Untuk arah arus (I) dan arah medan magnet (B) saling tegak lurus, secara matematis, besarnya gaya Lorentz dituliskan sebagai berikut.

F = B ∙ I ∙ L

dengan:
F = gaya Lorentz (newton)
B= medan magnet (tesla)
I = kuat arus listrik (ampere)
L = panjang kawat berarus yang masuk ke dalam medan magnet (meter)
Penentuan arah gaya Lorentz, dapat dilakukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan.

Tugas
Pelajari contoh soal di buku siswa halaman 26, lalu kerjakan soal halaman 27!

Sumber:
Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: