Listrik Dinamis (Bagian 4)

Apa kabar para siswa hebat? Kabar baik bukan? Tetap semangat belajar ya!

Kali ini kita akan lanjutkan belajar kita mengenai Listrik Dinamis. Setelah sebelumnya kita mempelajari tentang Hukum Ohm, kali ini kita akan belajar mengenai Hukum Ohm pada Rangkaian Sumber Tegangan. Apa yang dimaksud dengan Hukum Ohm? Yuk, kita pelajari bersama!

Hukum Ohm pada Rangkaian Sumber Tegangan

Hukum menyatakan bahwa “Kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatan, asal suhunya tetap.” hukum Ohm berlaku pada rangkaian listrik yang memiliki sumber tegangan tunggal maupun lebih dari satu. Oleh karena itu, pembahasan penerapan Hukum Ohm ini dibagi menjadi tiga, yaitu penerapan Hukum Ohm pada rangkaian tungga, rangkaian seri, dan rangkaian paralel. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

A. Rangkaian Tunggal

Yang dimaksud dengan rangkaian tunggal adalah rangkaian listrik dengan satu sumber tegangan (baterai, dsb). Rangkaian tunggal seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Hukum Ohm pada rangkaian tunggal akan menjadi sebagai berikut.

Keterangan:
E    =  sumber tegangan atau gaya gerak listrik (volt)
I     =  kuat arus listrik (ampere)
R    =  hambatan luar (ohm)
r     =  hambatan dalam (ohm)

Contoh soal

Sebuah baterai mempunyai ggl 1,5 volt dihubungkan dengan lampu yang hambatannya 2,5 ohm. Berapakah kuat arus yang mengalir jika hambatan dalamnya 0,5 ohm?

Penyelesaian:

Diketahui:
E    =  1,5 volt
R    =  2,5 ohm
r     =  0,5 ohm

Ditanyakan:
I     =  … A

Jawab:

B. Rangkaian Seri

Yang dimaksud dengan rangkaian seri adalah rangkaian listrik dengan sumber tegangan (baterai, dsb) lebih dari satu dan dirangkai seri. Rangkaian seri duitandai dengan kutub positif baterai dihubungkan kutub negatif baterai yang lain seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Contoh soal
Empat buah baterai disusun secara seri dan dihubungkan dengan lampu yang hambatannya 2 ohm. Jika masing-masing baterai mempunyai ggl 1,5 volt dan hambatan dalamnya 0,1 ohm,  hitung kuat arus yang mengalir!

Penyelesaian:

Diketahui:
n     = 4
E    = 1,5 volt
R    = 2 ohm
r     = 0,1 ohm

Ditanyakan:
I     = …. A

Jawab:

C. Rangkaian Paralel

Yang dimaksud dengan rangkaian paralel adalah rangkaian listrik dengan sumber tegangan (baterai, dsb) lebih dari satu dan dirangkai paralel. Rangkaian paralel ditandai dengan baterai yang disusun secara bertingkat di mana kutub positif dihubungkan kutub positif dan kutub negatif dihubungkan kutub negatif baterai yang lain, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Contoh soal

Dua buah elemen (E = 2 Volt, r = 0,5 ohm) disusun secara paralel dan dihubungkan dengan lampu yang hambatannya 15 ohm. Hitunglah kuat arusnya!

Penyelesaian:

Diketahui:
E    = 2 volt              r      =  0,5 ohm
R    = 15 ohm           n     =  2

Ditanyakan:
I     =  …. A

Jawab:

Latihan Soal
Empat buah baterai masing-masing memiliki GGL 1,5 volt dan hambatan dalam 0,1 ohm, dirangkai seri. Kemudian rangkaian seri baterai ini dihubungkan dengan hambatan 5,6 ohm sehingga terjadi aliran listrik. Hitunglah besar arus yang keluar dari sumber tegangan tersebut!

1 thought on “Listrik Dinamis (Bagian 4)”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: